Minggu, 18 Juli 2010

Kegiatan MOS SMPN 1 PINRANG 2010/2011

Tahun ajaran baru telah dimulai libur sekolah pun telah usai SMPN 1 Pinrang menggelar Masa Orientasi Siswa atau lebih dikenal dengan (MOS)penyelenggaran mos dismp 1 ini telah usai dilakasanakan waktu pelaksanaan 12-14 Juli 2010

foto2 MOS







Minggu, 21 Maret 2010

UN Berpotensi Menghilangkan Potensi Siswa yang Sebenarnya

RUMUS SEMAKIN MEMBINGUNGKAN

Dalam buku Multiple Intelegences: Theory in Practice, karangan Howard Garden, ahli pendidikan dan psikologi Havard University, bentuk kecerdasan linguistik, logika-matematika, visual, musik, kinestik, intrapersonal, interpersonal, naturalist, dan eksistensial, semua bentuk kecerdasan ini sama pentingnya, dan telah terbukti dapat membawa kesuksesan. Sementara standarisasi UN, hanya menitik beratkan dalam bentuk liguistik dan logika matematika, siswa yang memiliki bentuk kecerdasan lain akan terpinggirkan. Karena itu, UN yang dilaksanakan selama ini tidak membantu siswa menemukan potensi diri untuk mengapai cita-cita mereka yang sesungguhnya.

Pelaksanaan UN dengan standarisasi kelulusan seperti pada pelaksanaan UN selama ini dapat memasung siswa dalam berkreasi dengan potensi diri yang ada. Hal ini mencerminkan bahwa paradiqma pembelajaran di Indonesia belum berubah. Meskipun sekarang proses pembelajaran diarahkan dengan paradiqma pembelajaran aktif (active learning) dimana proses pembelajaran berorientasi pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator saja. Tetapi hasil penilaian ala UN masih jauh dari paradiqma pembelajaran aktif yang cenderung hanya mengaudit angka-angka untuk beberapa mata pelajaran saja.

Sistem penilaian yang efektif dan edukatif adalah sistem yang dirancang untuk meningkatkan, bukan mengaudit hasil belajar siswa dan sebisa mungkin memberikan kesempatan siswa untuk menunjukkan penguasaan pengetahuan dan keterampilan mereka dan menggunakan keterampilan tersebut dalam kehidupan nyata. Sistem penilaian yang efektif juga memberikan siswa kesempatan untuk menunjukkan pengetahuan mereka dengan cara-cara yang dianggap nyaman, yakni cara yang sesuai dengan gaya belajar yang mereka sukai, disamping itu diberikan juga penilaian yang mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan serta menumbuhkan kepercayaan diri.

Standarisasi nilai dalam pelaksanaan UN selama ini menyebabkan siswa tidak nyaman dan secara psikologis banyak diantara siswa-siswi Indonesia yang tertekan jiwanya seperti stress, atau bahkan sering berubah menjadi depresi. Tekanan baik fisik maupun mental ini bukan hanya dialami siswa-siswi yang berkemampuan di bawah rata-rata. Tetapi didapati secara merata, bahkan pada siswa yang rangking teratas di sekolahnya sekalipun. Terdapat sejumlah kasus di mana siswa juara kelas, peraih medali olympiade, dan bahkan penerima beasiswa universitas-universitas terkenalpun pernah gagal dalam UN.

Penerapan standarisasi dalam pelaksanaan UN diasumsikan sebagai alat objektif untuk mengukur dan memetakan kualitas pendidikan nasional, serta menyaring siswa untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Akibatnya, sistem pembelajaran di sekolah, diarahkan untuk mengejar nilai standar yang telah ditetapkan pemerintah dengan target lulusan sebanyak-banyak mungkin. Sehingga potensi diri lain siswa menjadi terabaikan.

KAPAN SEMPAT LATIHAN LAGI
KAPAN SEMPAT LATIHAN LAGI

Sebagai contoh, siswa dengan bakat luar biasa di bidang-bidang seperti musik, seni dan olahraga sering diarahkan di sekolah bahkan orang tua untuk tidak mendalami bakat mereka itu secara mendalam. Bidang seperti itu dianggap tidak memiliki masa depan yang cerah. Anggapan seperti itu merupakan suatu stikmatisasi yang sangat keliru. Padahal kenyataan membuktikan bahwa potensi siswa baik dalam bidang seni, olahraga dan potensi-potensi lain yang berkaitan dengan kreatifitas siswa telah mampu menghasilkan masa depan yang cerah. Bahkan pada even-even internasional bidang seperti seni, musik dan olahraga itu sering membawa harum nama daerah bangsa dan negara. Stikmatisasi semacam ini, membuat siswa terjebak dalam alur skema yang dirancang sekolah, bukannya menggali apa yang benar-benar mereka inginkan.

Padahal ouput yang diharapkan dari suatu institusi pendidikan adalah menciptakan manusia-manusia yang mandiri dengan penuh kreatifitas dan percaya diri yang tinggi. Mereka diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan menggali potensi yang ada pada dirinya, sehingga tidak hanya tergantung dan berlomba-lomba menjadi pegawai negeri seperti kenyataan selama ini. Merubah anggapan ini hanya dapat dilakukan melalui sekolah-sekolah dan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan belajar yang ia tempuh selama ini. Bila sekolah atau sistem pendidikan membiasakan siswa-siswinya untuk bebas berkreatifitas maka ouput yang dihasilkan juga ouput yang penuh dengan dedikasi, mandiri dan memiliki kepercayaan yang tinggi.

Tetapi alangkah disayangkan, pelaksanaan UN telah membuat siswa selalu di sibukkan mengejar pengetahuan koqnitif, yang pada hakekatnya hanyalah hafalan-hafalan semata. Kalau pagi mereka belajar secara formal di sekolah-sekolah, maka pada sorenya mereka mencari tempat bimbingan belajar atau tempat-tempat privat yang dianggap dapat menolong mereka dari jeratan standarisasi UN. Terkesan, seolah-olah, semakin hari tampaknya waktu belajar siswa-siswi Indonesia banyak dihabiskan untuk mempersiapkan diri menghadapi UN yang hanya enam mata pelajaran saja, yang lain tidak harus dipikirkan lagi.

Apa arti semuanya ini? Bukankah kebijakan yang terkesan dipaksakan ini telah membunuh potensi-potensi yang dimiliki siswa? Padahal masa depan generasi muda Indonesia bukan hanya tergantung pada enam mata pelajaran yang diujiannasionalkan saja. Masih banyak potensi-potensi lain yang harus digali dan dikembangkan.

Setiap anak punya cita-cita dan angan-angan tersendiri untuk mengapai masa depannya yang lebih baik. Mereka harus diberikan kesempatan dan kepercayaan untuk menentukan masa depan sendiri, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Di sini, posisi pemerintah, orang tua dan sekolah hanya bertugas memfasilitasi dan mengarahkan saja apa yang menjadi keinginan mereka. Tidak perlu mengkebiri mereka yang kadang terkesan hanya untuk mempertahankan gengsi sebuah institusi baik sekolah atau institusi lain yang terkait. Lantas kemudian UN hanya sekedar ajang promosi institusi-institusi tersebut. Bukan untuk menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dan tahan banting dalam menghadapi perkembangan zaman yang semakin pesat.

Betapa banyak korban-korban berjatuhan di kalangan anak-anak muda penerus cita-cita bangsa selama ini. Dalam ilmu psikologis, ada satu karakteristik remaja yang dapat menimbulkan berbagai permasalahan yaitu kegelisahan karena banyak hal yang diinginkan tetapi remaja tidak sanggup memenuhinya. Salah satu faktor penyebabnya adalah salah urus, salah asuh dan salah asih, karena orang-orang tua terlalu ego pada pendirian dan keinginannya dan tidak mau peduli untuk memahami keinginan mereka itu. Korban yang kita maksudkan disini bukanlah semata mereka tidak lulus, karena pada kenyataannya kelulusan itu terkadang dapat disimsalabimkan, yang kita maksudkan adalah potensi-potensi mereka yang terbunuh.

Tetapi walaupun mereka lulus, rasa rendah diri menghinggapi bila hasil kelulusan mereka pas-pasan. Mereka dianggap tidak cerdas, dan masa depan tidak menjanjikan. Lapangan kerja pun sulit ditembus karena sekolah tidak sempat membekali mereka dengan keterampilan yang betul-betul dibutuhkan di dunia kerja. Kalaupun mereka melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, rasa minder pasti akan menghinggapi meraka. Menumbuhkan rasa kepercayaan ini membutuhkan waktu yang lama untuk mau menggali kembali potensi diri yang sesungguhnya.

Bila potensi diri generasi muda yang sesungguhnya tidak pernah digali karena fokus mereka hanya mengejar nilai minimal ujian nasional, bagaimana lulusan sekolah di Indonesia dapat mandiri. Bagaimana mengurangi atau bahkan menghilangkan tingkat pengangguran yang semakin hari semakin besar. Apalagi untuk menyaingi negera-negara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang. Dari itu, format baru UN 2011 yang akan digali pemerintah dan DPR-RI tidak lagi mengorbankan anak didik dan guru. Dan yang terpenting, multidimensional masalah dalam dunia pendidikan saat ini janganlah dibebankan kepada jiwa-jiwa yang masih muda yang belum begitu paham tentang apa yang terjadi sebenarnya. Hanya atas nama meningkatkan mutu pendidikan, banyak siswa yang dikorbankan.


sumber :
http://kompasiana.com

Porseni Spensa 2009/2010
















Tugas Akhir Siswa Kelas IX 2009/2010

Daftar Tugas Akhir Alamat Blog Tahun Ajaran 2009/2010

Kelas IX.1
1. Dwi Sartika
Lihat Blog
2. Fauziah Mas'Ud
Lihat Blog
3. tri wahyuni
Lihat Blog
4. Puput Ria
Lihat Blog
5. Muh. Febri Hamka
Lihat Blog






Kelas IX.2
1. Muh. Irwan Mukhtar
Lihat Blog

Kelas IX.3
1. A.Nadya
Lihat Blog

Kelas IX.4
1. Mutmainnah
Lihat Blog
2. Fahrul Agus
Lihat Blog
3. Randy Jaya Negara
Lihat Blog
4. Irma Yanti
Lihat Blog
5. Khaerul Umam
Lihat Blog
6. Hijriah Abdullah
Lihat Blog
7. Imron Ali Fandi
Lihat Blog
8. Muh. Nur Ikhsan
Lihat Blog
9. Asri Alwagiah
Lihat Blog
10. Akbar Karaka
Lihat Blog
11. Muh. Syarif Aras
Lihat Blog
12. M. Alkadri Zamar
Lihat Blog
13. Randi Wira Perdana
Lihat Blog
14. Muh. Faisal
Lihat Blog








Kelas IX.5
1. Mursyid Fikri
Lihat Blog
2. Yusmaad Saad
Lihat Blog
3. Abd. Mu'min Nastha
Lihat Blog
4. Faisal Zulkarnain
Lihat Blog
5. Elsa Yunike
Lihat Blog
6. Muh. Khaidir Pasry
Lihat Blog
7. Zul Igram A.S
Lihat Blog
8. Azhar B. panrita
Lihat Blog
10.Vinny Fondaris
Lihat Blog
11. Revita Kusumawardani
Lihat Blog
12. Nurahmi Bakhtiar
Lihat Blog
13. Agung Ramadhan
Lihat Blog
14. Tri Nurul Ilman
Lihat Blog
15. Husnul Khatimah
Lihat Blog
15. Haerani
Lihat Blog
16. Awaliawati
Lihat Blog
17. Yudriani Idris
Lihat Blog
18. A. Muh. Risqi
Lihat Blog
19. Nursyamsi Usman
Lihat Blog
20. Tajriah Jamaluddin
Lihat Blog
21. Dwi Damayanti Arif
Lihat Blog
22. Riady Ashari
Lihat Blog
23. Nurfadillah
Lihat Blog
24. Aprilyana D
Lihat Blog
25. Indah Vigrianti Ramli
Lihat Blog
26. Aprilyana D
Lihat Blog
27. Yudriani
Lihat Blog
28. fiana
Lihat Blog


Kelas IX.6



Kelas IX.7
1. Hilda Puji Lestari
Lihat Blog
2. Hasmawati
Lihat Blog
3. Otnita Karengke
Lihat Blog
4. Dirwan Tiro
Lihat Blog

Sabtu, 20 Maret 2010

Download Aplikasi

1. Rapid Typing Tutor

Software yang dapat membantu anda untuk belajar mengetik dengan cepat sekalipun tanpa melihat keybord.
Selama proses berlatih, software ini memanjakan mata kita dengan tampilan bawah laut yang cukup menarik.

Download softwarenya
klik download

2. Winamp


Software yang kami rasa sudah sangat populer di masyarakat. kini hadir dengan desain baru dan tentunya beragam fitur fitur baru yang menarik

Download softwarenya
klik download

3. Ccleaner


Lebih dari 100 juta orang telah mendownload software ini.
Fungsi utama dari software ini adalah untuk mengoptimalkan kinerja komputer, dengan menghilangkan file-file tidak berguna dari system komputer anda.
Diluaran anda bisa mendapatkan software dengan fungsi serupa, namun harganya bisa mencapai puluhan hingga ratusan dolar.

Download softwarenya
klik download

4.Flv Player


Software ini dapat anda pergunakan untuk membaca file file berformat Flash Video (FLV), salah satu contohnya adalah video video yang biasa anda temukan di Youtube. Jadi anda dapat memanfaatkan Youtube downloader untuk mendownload video videonya lalu memanfaatkan FLV Player untuk memutar file file video tersebut di komputer anda secara "Off Line".

Download softwarenya
klik download

5. Mozilla Firefox


Ini merupakan browser terpopuler di dunia saat ini, kelebihan dari Mozzila adalah dalam hal kemampuan akses yang relatif lebih cepat & aman dari gangguan gangguan yang biasa kita temukan di internet, mampu memblok pop up & aktifitas spyware, juga dilengkapi fitur browsing dengan "multi tab".

Download softwarenya
klik download

6.Quran Auto Reciter


Software sederhana namun cukup canggih yang wajib untuk di miliki oleh setiap umat muslim!
Software ini dapat membantu anda untuk belajar "membaca" sambil "mendengarkan" Al-Qur'an. Quran Auto Reciter juga di lengkapi dengan pengingat "sholat 5 waktu".

Download softwarenya
klik download

7.Camstudio


Camstudio merupakan sebuah software yang dapat anda perguakan untuk "merekam" segala aktivitas anda di layar komputer ke dalam bentuk AVI file. fitur fiturnya memang masih relatif lebih sederhana ketimbang software berbayar, namun dalam ketajaman hasil video yang di hasilkan tidak kalah jauh.

Download softwarenya
klik download

8.Gom player


Merupakan sejenis pemutar video seperti Winamp, hanya saja GOM Player ini memiliki keistimewaan dalam kemampuannya membaca begitu banyak jenis file video, dari mulai DivX, DAT, VOB, MP4, 3GP, RMVB, FLV, hingga MOV, di samping itu software ini dilengkapi pula dengan fitur Pan & Scan, Screen Capture & Advance Capture.

Download softwarenya
klik download

9. Winrar


WinRAR merupakan salah satu program yang memiliki banyak fungsi yang cukup populer dibidang pengompresan data.Fiture lainnya dari winrar ini adalah mendukung semua format kompresi populer ( RAR, ZIP, CAB, ARJ, LZH, ACE, TAR, GZip, UUE, ISO, BZIP2, Z and 7-Zip ) …. Dan jika menurut anda ada folder-folder ataupun file – file penting yang harus dan tidak ingin orang lain membukanya maka denganprogram ini kita bisa memberi sebuah password di folder ataupun files itu

Download softwarenya
klik download

10. Acrobat Reader 9.3


Adobe Reader adalah sebuah aplikasi standar sederhana untuk membuka file PDF pada platform Windows. Adobe Reader berjalan dengan baik pada Windows XP, Vista dan Windows 7. Tidak hanya sebagai pembaca file pdf, tapi dengan program ini kita juga dapat membuat dokumen pdf, mencetak dan lainnya.

Download softwarenya
klik download

11.Nitro PDF Profesional 6.0.1.8

Nitro PDF Professional adalah sebuah software yang sangat bagus untuk menangani file PDF. Tidak hanya dapat digunakan untuk membaca, tetap kita juga dapat dengan mudah membuat, mengatur, mengedit, menggabungkan, dan melakukan konversi format PDF. Dan masih banyak terdapat fitur lainnya.

Download softwarenya
klik download



Sumber :
http://www.duniadownload.com
http://www.d60pc.com