Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2010

Ciri-ciri komputer terjangkit virus

1. Komputer Anda berjalan lebih lambat dari biasanya.
2. Menu Run, Search disembunyikan oleh virus.
3. CTRL+ALT+DEL tidak bisa digunakan.
4. Regedit dan MSCONFIG di disabled
5. Folder asli pada komputer anda disembunyikan dan diganti dengan file virus.
6. Menu Tools -> Folder Options di Windows EXplorer hilang.
7. Komputer sering berhenti atau tidak merespon.
8. Komputer tiba-tiba restart atau crash dan ini terjadi beberapa menit sekali.
9. Aplikasi komputer tidak berjalan dengan semestinya dan sering error.
10. Muncul File dengan Icon Folder tetapi mempunyai file type .exe
11. Hardisk atau disk drive tidak bisa diakses.
12. Aktivitas print tidak bekerja dengan semestinya.
13. Sering terjadi pesan error yang aneh dan tidak biasanya.
14. Sering terlihat menu atau dialog box yang rusak.
15. Terdapat Duplikasi nama folder di dalam folder tersebut.
16. Komputer selalu mengeluarkan pesan dari mana virus ini berasal.

Jika komputer anda mengalami salah satu ciri-ciri di atas, berarti ada kemungkinan komputer anda terkena virus, segera update antivirus anda dan scan komputer anda untuk membersihkan virus tersebut.

Senin, 28 Desember 2009

Mengenal UPS

Mengenal UPS

Kehilangan data dan file yang belum tersimpan ketika listrik mati adalah salah satu hal yang menyebalkan, apalagi listrik baru menyala beberapa jam kemudian. Bagaimana kira-kira menghadapinya ya? Apakah ada cara atau alat yang dapat membantu agar data dan file kita yang belum tersimpan bisa diselamatkan ? Jawabannya ada... Nama perangkat atau alat tersebut adalah UPS. UPS singkatan dari Uninterruptible Power Supply. Bagi teman-teman yang belum mengetahui tentang UPS ayo baca kelanjutan artikel ini...

Uninteruptible Power Supply merupakan sistem Penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan sistem dan hardware. UPS akan menjadi system yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, Jasa informasi, penyedia jasa internet dan banyak lagi. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika system tersebut tidak dilindugi dengan UPS.

Fungsi Utama dari UPS adalah :

1. Dapat Memberikan Energi listrik Sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (PLN)
2. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera menghidupkan Genset sebagai pengganti PLN
3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera melakukan back up data dan mengamankan Operating System (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama (PLN) padam.
4. Mengamankan System komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu System komputer baik berupa kerusakan software,data maupun kerusakan hardware
5. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh system komputer berupa tegangan yang stabil
6. UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap system
7. User friendly dan mudah dalam installasi
8. User dapat melakukan kontrol UPS melalui Jaringan LAN dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan
9. Dapat diintegrasikan dengan jaringan Internet
10. Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS management

Jenis UPS berdasarkan cara kerjanya

1. Line Interactive UPS

Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.

2. On-Line UPS

Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari baterei ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.

3. Off-Line UPS

UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari baterei menuju inverter.

Komponen-komponen UPS

Pada sebuah UPS terdapat tiga buah komponen dasar, yaitu :

Batere

Jenis baterei yang digunakan UPS umumbya berjenis lead-acid atau jenis nikel-cadmium. Batere ini umumnya mampu menjadi sumber tegangan cadangan maksimal selama 30 menit.

Rectifier (penyearah)

Penyearah berfungsi untuk merubah arus AC menjadi arus DC dari suplai listrik PLN. Hal ini bermanfaat pada saat pengisian batere

Inverter

Kebalikan dari penyearah, inverter berfungsi untuk mengubah arus DC dari bateri menjadi arus AC. Hal ini dilakukan pada saat batere pada UPS digunakan untuk memberikan tegangan ke komouter.

Sumber :
- wikipedia

Minggu, 27 Desember 2009

Memilih Jenis Koneksi Internet

Memilih Jenis Koneksi Internet

Ketika banyak yang bertanya, jenis koneksi internet dan layanan internet apa yang paling bagus di Indonesia? Jawaban yang paling mendekati adalah tidak ada yang benar-benar sempurna atau boleh dibilang masing-masing punya kekurangan dan kelebihan. Tetapi karena internet sudah menjadi suatu kebutuhan, mau tidak mau kita harus memilih mana yang terbaik supaya kita bisa tersambung ke internet. Pertanyaannya, mana yang sebaiknya kita pilih?

Layanan internet disediakan oleh perusahaan penyedia koneksi internet atau mungkin yang dikenal dengan nama Internet Service Provider (ISP). Dan disnilah kita juga sangat perlu untuk mengetahui jenis koneksi yang ada. Pada artikel ini tidak membahas koneksi internet dengan teknologi GPRS, HSDPA maupun 3G tetapi akan membahas sedikit tentang koneksi internet yang biasa digunakan di dalam rumah (bukan wireless).

Dilihat dari jenis koneksi, koneksi internet bisa dilakukan melalui Dial-Up, ADSL dan Cable, dimana masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangnnya.

Dial Up

Sebelumnya koneksi ini sering digunakan walaupun semakin lama sepertinya sudah mulai ditinggalkan. Dial Up menggunakan kabel telpon yang ada di dalam rumah.

Kelebihan (+)

1. Biaya pemasangan dan harga modem relatif murah
2. Selama ada saluran telpon berarti siap tersambung dengan internet

Kekurangan (-)

1. Pada saat tersambung dengan internet berarti telpon tidak bisa digunakan
2. Koneksi internet tidak selalu tersambung
3. Kecepatannya sangat lambat yaitu maksimum 56 kbps
4. Stabilitas dan kecepatan koneksi tergantung kualitas jaringan telpon

ADSL

Jenis koneksi ini juga menggunakan saluran telpon tetapi bedanya dengan Dial-Up, saluran telpon masih tetap bisa digunakan walauapun koneksi internet sedang berjalan.

Kelebihan (+)

1. Stabilitas kecepatan koneksi tidak dipengaruhi oleh jumlah pemakai (users) yang sedang tersambung ke internet pada saat bersamaan.
2. Koneksi internet selalu tersambung setiap saat

Kekurangan (-)

1. Sama seperti Dial Up, stabilitas dan kecepatan juga tergantung dari kualitas jaringan telpon yang ada dan juga cuaca.
2. Wilayah jangkauan koneksi ADSL sangat terbatas dimana untuk mendapatkan koneksi ini jarak rumah dengan lokasi pusat ADSL tidak boleh lebih dari 4,8 km. Diluar jarak tersebut maka ADSL tidak dapat disediakan.
3. Menggunakan modem khusus yang harganya cukup mahal, kecuali memang ada promosi dari ISP tersebut dimana memberikan modem gratis.

Cable

Jenis koneksi ini menggunakan layanan kabel TV dimana selain mendapatkan koneksi internet yang selalu tersambung, kita juga bisa menikmati layanan program TV Berbayar.

Kelebihan (+)

1. Tidak mengganggu saluran telpon karena menggunakan kabel tersendiri
2. Koneksi internet selalu tersambung setiap saat

Kekurangan (-)

1. Karena menggunakan sistim berbagi jaringan maka semakin banyak pengguna yang tersambung ke internet pada saat bersamaan, akan semakin pelan kecepatan internet.
2. Sama dengan ADSL, wilayah jangkauan koneksi Cable sangat terbatas
3. Menggunakan modem khusus yang harganya cukup mahal, kecuali memang ada promosi dari ISP tersebut dimana memberikan modem gratis

Setelah kita mengetahui jenis koneksi internet yang biasa digunakan di rumah, sekarang kita memasuki beberapa hal penting yang perlu di ketahui yang bisa menjadi pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

Biaya per bulan yang akan dikeluarkan

Biaya bukan saja ditentukan oleh jenis koneksi internet yang di gunakan tetapi juga berdasarkan kecepatan internet yang diinginkan misal seperti ADSL dan Cable menawarkan kecepetan mulai dari 128 - 2,0 MBps. Semakin besar kecepatan yang di inginkan maka biaya per bulan akan semakin mahal Harap Diingat!!! Bahwa kecepatan yang tertulis di brosur atau kontrak adalah kecepatan maksimum yang berarti kecepatan tersebut tercapai dalam kondisi normal dimana sayangnya, jarang pernah terjadi sehingga kecepatan rata-rata yang didapatkan biasanya berkurang 30% atau lebih dari kecepatan maksimum tersebut.

Bila anggaran mencukupi sebaiknya ambil kecepatan maksimum 1 tingkat diatas kecepatan yang di inginkan, misal kita ingin kecepatan 384 kbps, sebaiknya ambil yang 512 kbps.

Kecepatan yang di butuhkan

Agak sulit untuk membicarakan berapa kecepatan ideal untuk setiap orang karena hal tersebut tergantung dari tujuan memasang internet, apakah hanya untuk cek email, browsing, download file, mendengarkan lagu secara online atau menonton video streaming seperti di YouTube.

Sebagai contoh, jika kamu sering menonton video streaming maka minimal kecepatan yang di butuhkan adalah 512 kbps tetapi harap diingat seperti yang kami utarakan di atas, kecepatan maksimum yang dijanjikan boleh dibilang jarang terjadi. Kalau kamu masih bingung berapa kecepatan internet yang kamu butuhkan, sebaiknya bisa mengambil dari kecepatan terendah (minimal sih 128 kbps kalau bisa) dan bila merasa tidak mencukupi, seharusnya tidak masalah bagi ISP untuk meng-upgrade kecepatan koneksi internet kapanpun. Ingat! Semakin cepat berarti semakin mahal dan cepat bukan berarti kita butuh.

Pemakaian berdasarkan kuota

Jika kita ingin mendapatkan layanan dengan sistim unlimited (tidak terbatas) dimana kita bebas mendownload tanpa ada batasan besaran file yang di download maka ambilah yang ini jika memungkinkan. Tetapi bila memang harus mengambil paket layanan dengan batasan besaran file yang di download, coba dipikirkan kira-kira seberapa sering kamu browsing dan apakah akan sering mendownload file baik file audio, video dan lainnya.

Kalau masih bingung juga berapa besar kuota yang harus diambil, kamu bisa memulainya dengan yang terendah, sebaiknya kamu terus melakukan pengecekan dan pengontrolan terharap kuota yang telah terpakai (dengan mengecek ke web ISP), kalau tidak bisa-bisa kita jatuh miskin karena kelebihan kuota yang terlalu besar.

Perusahaan ISP (Internet Service Provicer) yang di pilih

Jika kita sudah menentukan jenis dan kecepatan koneksi internet yang akan digunakan tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah menentukan ISP mana yang akan di pilih. Kenapa penting? Karena yang namanya koneksi internet tidak terlepas dari masalah, mulai dari koneksi yang lambat, putus sama sekali dan lainnya. Untuk itu sebaiknya memilih ISP yang mempunyai Technical Support yang cukup baik. Memang agak sulit, tapi bisa dimulai dengan menanyakan kepada teman-teman.

Selain hal diatas, masih banyak hal lainnya yang akan mempengaruhi kelancaran dalam "berselancar " di dunia maya, misal kecepatan komputer (PC) yang digunakan dan yang terpenting adalah "browser" (Internet Explorer, Firefox, Opera atau Chrome) yang kamu gunakan.

Semoga artikel ini bisa memberikan sedikit inspirasi sebelum menentukan koneksi internet yang akan digunakan.

Sumber : lintasberita.com